Rpp Sesuai Standar Proses Pendidikan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Harus disusun dengan baik agar pelaksanaan pembelajaran berjalan efektif  sehingga pembelajaran yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan yang ditentukan. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang baik adalah penyusunan RPP yang Mengacu Pada Standar Proses Pendidikan.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran merupakan Kegiatan yang mempunyai tujuan agar siswa dapat memiliki sejumlah kompetensi yang terdapat dalam standar isi pendidikan, misalnya pembelajaran Akuntansi-Ekonomi maka pembelajaran tersebut bertujuan untuk mencapai sejumlah kompetensi dalam bidang akuntansi-ekonomi yang terdapat dalam standar isi, contoh melalui pembelajaran yang dilakukan, ditargetkan siswa dapat menyusun jurnal umum perusahaan jasa. “Dengan Melakukan perencanaan pembelajaran yang matang maka akan dihasilkan proses pembelajaran akuntansi-ekonomi yang efektif yang selanjutnya tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal”.

Mengingat arti pentingnya RPP dalam Proses Pembelajaran maka berikut ini akan dijelaskan Prinsip penyusunan RPP yang sesuai dengan standar proses Pendidikan. Bagi yang belum mengetahui isi standar proses pendidikan di Indonesia dapat dibaca berikut ini atau selengkapnya dapat di downlod Permen 41-2007 tentang Standar Proses tentang Standar Proses.

Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses:

Menjelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD.

PP 19 Tahun 2005 Pasal 20:

Menyatakan bahwa”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.

Prinsip-prinsip Penyusunan RPP

1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik

RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik

Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.

3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis

Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan

4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut

RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

5. Keterkaitan dan keterpaduan

RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Kesimpulan

RPP adalah hal yang memegang peranan penting dalam keberhasilan proses pembelajaran oleh karena itu hendaknya RPP disusun dengan sebaik mungkin agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan yang ditargetkan. Rpp yang baik disusun dengan berpedoman pada standar proses pendidikan dan prinsip penyusunan Rpp.

Sumber: https://www.infoduniapendidikan.com/

Related Posts

Add Comment