Pengertian Buku Besar, Fungsi, dan Bentuk Buku Besar Akuntansi

Pengertian Buku besar dalam ilmu akuntansi adalah buku berfungsi untuk mencatat setiap perubahan pada setiap akun yang terjadi karena terjadinya transaksi keuangan.

Buku besar akuntansi berisi tentang akun-akun beserta saldonya masing-masing.

Pengertian Buku Besar

Berdasarkan buku besar ini nantinya kita dapat membuat neraca saldo untuk periode berjalan, yang selanjutnya neraca saldo akan disesuaikan dengan jurnal penyesuian dan dihasilkanlah neraca saldo disesuaikan yang merupakan data untuk membuat laporan keuangan.

Buku besar antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya jumlah akunnya berbeda-beda, hal ini karena tiap perusahaan memiliki kekayaan dan keuangan yang berbeda-beda, selain itu juga karena volume transaksi, jenis kegiatan utama (dagang, jasa, manusfaktur) dan informasi yang dibutuhkan setiap perusahaan berbeda-beda.

Jadi, sangat dimungkinkan misalnya perusahaan A memiliki buku besar yang terdiri dari 10 akun, sedangkan perusahaan B memiliki buku besar yang terdiri dari 20 akun. Hal ini terjadi karena Perusahaan A dan B memiliki kondisi keuangan, kegiatan dan transaksi yang berbeda.

Fungsi Buku Besar Menurut Ilmu Akuntansi

Dalam pembukuan suatu perusahaan wajib memiliki buku besar, hal ini karena fungsi buku besar dalam pembukuan atau proses Akuntansi jasa sangat penting.

Diantara fungsi buku besar yaitu meringkas semua data keuangan yang telah dicatat dalam jurnal umum, sebagai alat untuk menggolongkan data keuangan, dan fungsi yang ketiga sebagai input atau dasar dalam pembuatan neraca saldo.

Dengan ketiga fungsi utama buku besar di atas, maka sebaiknya dalam membuat buku besar harus teliti agar terhindar dari kesalahan yang mengakibatkan kesalahan dalam pembuatan laporan keuangan.

Bentuk Buku Besar Akuntansi

Dalam Ilmu Akuntansi, bentuk buku besar ada 4 jenis, yaitu buku besar bentuk T, buku besar bentuk skontro, buku besar bentuk saldo tunggal dan buku besar bentuk saldo rangkap, secara lengkap silahkan simak berikut ini dengan baik.

1. Buku Besar Bentuk T

Buku Besar Bentuk T merupakan buku besar yang paling sederhana, buku besar bentuk T ini bentuknya mirip dengan Huruf T capital. Pada buku besar bentuk T, Sebelah kiri adalah sisi debit sedangkan sebelah kanan adalah sisi kredit. Nah, biar lebih jelas, silahkan lihat berikut ini :

Buku Besar Bentuk T

2. Buku Besar Bentuk Skontro

Buku Besar Bentuk Skontro atau disebut juga dengan buku besar bentuk dua kolom. Arti dari kata Skontro sendiri yaitu sebelah menyebelah atau dibagi menjadi 2 yaitu sisi debit dan sisi kredit. Lebih jelas silahkan lihat gambar buku besar bentuk skontro berikut ini :

Buku Besar Bentuk Skontro

3. Buku Besar Bentuk Staffle Berkolom Saldo Tunggal

Buku Besar Bentuk Staffle Berkolom Saldo Tunggal merupakan bentuk buku besar yang digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi keuangan yang banyak.

Buku Besar Bentuk Staffle Berkolom Saldo Tunggal

4. Buku Besar Bentuk Staffle Berkolom Saldo Rangkap

Buku Besar Bentuk Staffle Berkolom Saldo Rangkap merupakan bentuk buku yang hampir sama dengan bentuk kolom saldo tunggal, perbedaannya yaitu pada buku besar saldo rangkap ini kolom saldo dibagi menjadi 2 kolom yakni kolom debit dan kolom kredit.

Demikianlah pembahasan tentang pengertian buku besar, fungsi buku besar dan bentuk buku besar dalam ilmu akuntansi, semoga setelah membaca artikel ini dengan baik, anda semakin paham dan mengerti pengertian buku besar dan hal-hal terkait buku besar dengan baik yang akan menjadikan anda lebih mudah dalam pembuatan buku besar atau posting buku besar.

Related Posts

Tags:

Add Comment